Friday, 15 July 2016

Pentingnya Jati Diri Bagi Remaja


PENTINGNYA JATI DIRI BAGI REMAJA
            Berbicara mengenai remaja memang sangat unik, bukan  hanya remaja merupakan sosok unik ketika menjalani fase perubahan fisik namun juga dari perubahan non fisik yang penuh gejolak, potensi dan kedinamisan. Remaja laki-laki dengan mengalami perubahan suara, adanya jakun, atau mulai tumbuhnya payudara pada perempuan menunjukan adanya perubahan fisik. Sedangkan perubahan non fisik yakni meliputi kelabilan emosi, perkembangan jiwa, dan pembentukan karakter yang sering ditemui dari berbagai gejala perilakunya. Fase seperti ini dikenal oleh para pakar psikologi dengan proses pencarian jati diri dan pemahaman diri.
            Masa remaja adalah masa yang menyenangkan, selain itu masa remaja juga merupakan masa yang sangat menarik untuk di perhatikan karena pada masa ini remaja di hadapkan oleh berbagai masalah dan tantangan, baik masalah yang berasal dari dalam perkembangan dirinya maupun masalah dengan lingkungannya.
            Fase remaja adalah fase transisi dari fase anak-anak menuju dewasa. Fase remaja adalah fase dimana seorang anak sedang mencari jati dirinya. Definisi dari jati diri itu adalah suatu pengetahuan tentang siapa diri kita ini. Sedangkan sebagian orang berpendapat bahwa arti jati diri adalah suatu manifestasi ideologi hidup seseorang. Jati diri sendiri merupakan bagian dari sifat seseorang yang muncul dengan sendirinya mulai dari kecil, kemudian sifat bawaan kadang juga terpengaruh dengan faktor lingkungan tempat seseorang hidup dan dibesarkan.
            Status masa remaja dalam kisaran umur 17-25 tahun merupakan status yang memerlukan pembinaan dan pemupukan jati diri, sebagai wahana untuk menumbuhkan nilai, persepsi, dan sikap yang positif serta produktif dalam menjalani lintasan kehidupan selanjutnya. Bagi sebagian besar remaja, selama mengalami status ini dinamika kehidupan modernitas telah mewarnai mereka dengan gaya hidup, atribut kelompok yang menjadi panutan, dan perilaku konsumsi produk atau jasa yang menjadi produk ekspresi diri.
            Kita tentu sudah tidak asing mendengar istilah seorang anak yang sedang mencari jati diri, hal ini sering terungkap karena dalam proses pembentukan karakter yang sebenarnya pada diri seseorang adalah pada masa pancaroba, yaitu masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa.
Proses mencari jati diri diperoleh dengan berbagai cara, seperti timbulnya rasa ingin tahu, mengumpulkan informasi,,melakukan eksperimen, penyimpulan dan sampai pada puncaknya pembentukan karakater.
Selama masa remaja ini berlangsung, di kalangan remaja akan muncul banyak masalah yang mengincar kehidupan para remaja. Permasalahan remaja itu tergolong permasalahan yang paling kompleks di dunia. Mulai dari masalah pacar, masalah sekolah, masalah pergaulan, masalah penampilan dan lain sebagainya. Namun, permasalahan tersebut sebenarnya adalah sebuah proses pencarian jati diri yang nantinya bakal menjadi sebuah sebab dari kedewasaan. Pada masa pencarian jati diri, setiap individu berusaha menemukan dan menanyakan identitas dirinya.
             Pada fase remaja ini pula, emosional masih labil dan ego cenderung dikedepankan. “Pengennya yang enak-enak aja, soal nyesel entar bisa belakangan” sehingga remaja cenderung tidak peka terhadap lingkungan. dengan keadaan emosional remaja yang masih labil dan belum memiliki pendirian yang kokoh dalam proses pencarian jati dirinya, pengaruh lingkungan yang kurang kondusif dapat membuat remaja treombang-ambing dan bahkan dapat terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan lani-lainnya yang menyangkut kenakalan remaja.
            Saat ini, banyak sekali para remaja yang mengalami krisis jati diri. Mereka tidak tahu harus bersikap, berprinsip, berharap dan berbuat apa di tengah arus kehidupan yang mewarnai mereka dengan keragaman pola pikir yang menawarkan sebuah kebenaran mereka masing-masing. Banyak sekali para remaja hanyut dalam apa yang mereka sebut pencarian jati diri, tanpa memahami benuk jati diri itu sendiri dalam kehidupan. Hasilnya, beberapa dari mereka malah kehilangan jati diri mereka dan terus tersesat didalamnya.
            Krisis jati diri ini seringkali di sebabkan oleh angapan remaja yang merasa hidup yang mereka jalani di batasi oleh aturan yang dibuat oleh orang lain, entah itu orang tua kita, guru kita, norma masyarakat dan agama. Hasilnya, yang tumbuh malah pembangkangan terhadap semua aturan tersebut, dengan alasan mencari jati diri. Kita beranggapan bahwa jati diri kita mengatakan “tidak” pada semua aturan itu. Padahal hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi, yang perlu kita lakukan adalah mencari nilai kebenaran dari aturan yang ada, sembari menimbang kembali proporsi antara hak dan kewajiban kita dalam sistem kehidupan yang kita jalani sekarang.
            Krisis jati diri selain di sebabkan oleh anggapan remaja yang menganggap bahwa hidupnya di atur juga dapat di sebabkan pula oleh keinginan mereka untuk mengejar penghargaan dari lingkungan, Pendapat bahwa jati diri seringkali dibentuk oleh lingkungan bisa jadi bumerang bagi yang mengutarakannya. Karena lingkungan kita juga belum tentu menemukan jati diri mereka. Yang benar, lingkungan menawarkan sebentuk pola pikir yang sering hadir dikehidupan seseorang, sosial jati diri seseorang, itu menolaknya atau mengikuti pola pikir lingkungan. Itulah yang mengubah pola pikir seseorang. Jadi, lebih tepat untuk dikatakan bahwa lingkungan memberikan sebuah pertanyaan untuk dijawab oleh jati diri seseorang. Bila seseorang gagal menjawabnya dengan cara yang baik, maka orang tersebut akan mengalami krisis jati diri dan hanya mengejar pengakuan atas nilai-nilai dari orang lain yang belum tentu telah menemukan jati dirinya seumur hidupnya.
            Selain itu pandangan sempit dan terbatas dalam kehidupan mereka juga menjadi penyebab krisis jati diri paling krusial dan sangat sulit untuk diberantas. Tidak jarang kita hanya menerima kehidupan dalam 3 golongan, yaitu hidup enak, tidak enak dan biasa-biasa saja. Sekalipun penggolongan tersebut tidaklah sepenuhnya salah, akan tetapi perameter yang digunakannya sering kali menyesatkan, yaitu harta. Jadi, cara paling cepat untuk menemukan jati diri adalah dengan mencari kebenaran yang tanpa cacat, bukan hanya terlihat baik saat ini, tapi juga nanti, sampai kita keliang lahat sekalipun. Dan kunci untuk menuntun kita pada jati diri adalah dengan membiarkan nurani kita hidup, dan jangan pernah berhenti mempertanyakan kebermanfaatan hidup kita.
            Melihat peristiwa dalam kurun waktu setahun ini, di setiap sudut media massa, baik cetak maupun online hampir tidak pernah lepas dari topik kenakalan remaja mulai dari tawuran, free sex, hingga kasus tabrakan maut oleh anak  seorang public pigure atau artis. Melalui kasus-kasus tersebut dapat ditelusuri akar permasalahannya secara fundamental, apakah hanya bagian dari pencarian jati diri yang tak terarah, ataukah bentuk dari sensasi semata. Setidaknya dengan cara seperti itu publik akan menyorot nama mereka, dan akan berkembang opini masyarakat mengakui keberadaan remaja itu sendiri.
            Banyak orang yang tidak mengenal jati diri sendiri, sehingga membuat mereka sulit untuk menentukan hal-hal apa saja yang patut dan tidak patut untuk dilakukan oleh mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Alasan inilah yang membuat kita perlu mengetahui bagaimana cara menemukan jati diri sendiri, sehingga kita tidak mudah untuk terpengaruh dengan orang lain disekitar kita.
            Supaya remaja dapat memahami jati dirinya dengan benar dan menemukan hakikat yang didambakannya serta tercerahkan dalam sistem pendidikan yang tepat, maka hendaknya ia memperhatikan hal-hal berikut ini yaitu : yang pertama adalah belajar atau menuntut ilmu, merupakan kewajiban mutlak bagi setiap remaja. Ilmu yang luas merupakan mutiara yang paling berharga bagi pemuda yang dapat membantunya dalam mengarungi kehidupan yang benar. Pengetahuan adalah instrumen penting dalam kehidupan. Oleh karena itu, membaca kitab-kitab agama adalah jalan untuk menambah dan memantapkan akidah. Manusia yang kurang pengetahuan tidak akan mampu mengetahui tugas dan kewajiban yang Tuhan bebankan padanya dan pada akhirnya ia tidak dapat memahami makna kehidupan yang hakiki.
            Yang kedua yaitu berfikir, ilmu adalah alat untuk memahami banyak hal, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Kemampuan memahami dan menjawab problematika kehidupan sangat tergantung kepada kadar pemikiran seseorang. Dengan kata lain, kekuatan dan keluasan berpikir seseorang akan menempatkannya pada posisi yang mulia. Jadi, berpikir secara sehat adalah pembimbing ideal dalam mengatasi setiap kejadian dan problematika kehidupan.
            Yang ketiga yaitu mempertebal keimanan kita, dimaksud dengan iman adalah keyakinan hati terhadap keberadaan pencipta alam semesta dan menerima serta mentaati segala perintah dan firman-Nya. Semakin kuat keimanan seseorang, maka manifestasinya semakin jelas dalam berbagai dimensi wujud manusia. Oleh karena itu, barangsiapa yang dalam kehidupannya menempatkan Tuhan sebagai pengawasnya maka ia semakin percaya diri, termotivasi dan memiliki pelindung.
            Yang keempat yaitu berbuat baik, berbuat baik menjadikan manusia mudah dalam meraih tujuan dan cita-citanya sebagaimana disinggung dalam Al Qur’an bahwa perbuatan baik menyebabkan perkembangan dan penyempurnaan berbagai potensi orang mukmin yang terpendam. Kita mengetahui dengan baik bahwa pendidikan agama memiliki pengaruh kuat terhadap perbuatan baik dan juga terhadap ilmu serta iman. Karena untuk itu, perbuatan yang terbaik adalah mengamalkan kewajiban agama kita, dan hendaknya kita memotivasi orang lain untuk berbuat baik dan mencegah dari perbuatan amoral. Dengan meningkatkan dasar iman, kiranya dapat menjadi modal penting bagi seseorang untuk mendapatkan jalan yang benar dalam menghadapi berbagai perubahan penting kehidupan dengan tawakal kepada Allah sehingga ia berhasil meraih tujuannya.
            Remaja selaku generasi muda penerus bangsa sangat penting untuk mengetahui jati dirinya jati diri ini penting untuk dibangun karena remaja memerlukan pemahaman tentang sosok dirinya yang dilahirkan dan dibesarkan sebagai insan bangsa. Rasa memiliki kebangsaan yang terpatri dikalangan remaja akan menumbuhkan persepsi dan sikap berbangsa yang tangguh atas pentingya menjunjung martabat keberadaan bangsanya sendiri dihadapkan pada atmosfir globalisasi yang diwarnai dengan persaingan antar bangsa di dunia, yang merambah tanpa sekat. Kepekaan dan kewaspadaan atas potensi infiltrasi budaya dan perilaku yang dapat merusak jati diri bangsa, melemahkan daya saing bangsa, dan bahkan cenderung mengeksploitasi sumber daya bangsa, harus dapat dipahami oleh remaja.
            Remaja selaku insan muda yang sepatutnya memiliki percaya diri untuk membangun masa depan yang gemilang. Kegamangan dan kegelisahan remaja yang muncul sebagai akibat mengikuti arus gaya hidup, kelompok panutan, dan konsumerisme harus dapat digantikan dengan kesadaran mempersiapkan dan menumbuhkan kompetensi diri sehingga timbul keyakinan diri mampu dan membentuk kehidupan  masa depan bangsa yang lebih baik.
                Remaja selaku insan muda yang sepatutnya memiliki kepekaan sosial dan gagasan untuk melakukan rekayasa sosial masyarakat di lingkungannya. Kepekaan sosial merupakan elemen jati diri yang penting untuk dibina dan dikembangkan bagi remaja, bahkan sepatutnya kepekaan sosial ini harus diasah dan ditumbuhkan sejak dini, dalam membentuk tatanan hidup bermasyarakat dan berbangsa yang bermartabat.
            Masa pencarian identitas diri adalah masa yang sangat penting. Untuk itu peran orangtua sangat penting membantu mereka menghadapi masa-masa ini dengan membantu mereka mengenali dirinya secara mendalam.
            Peran orangtua bisa dilakukan dengan memberikan stimulasi, menemukan dan mengenali bakat serta potensi anak. Orangtua juga bisa membantu anak mengenali temperamen dan kepribadiannya agar ia bisa beradaptasi dengan lingkungan sosialnya dan mampu memecahkan masalah. Anak juga dituntut mulai menyadari bakat yang dimilikinya, menyadari bahwa ia akan punya tujuan hidup berupa cita-cita. Orangtua bisa membantunya dengan mengenalkan model atau tokoh idolanya. Orangtua juga harus memberi nilai-nilai kehidupan (living values) yang positif.
            Umumnya, yang terjadi di masa ini adalah anak memperoleh pemahaman tentang seperti apa dirinya, melalui aktivitas yang ia lakukan, prestasi yang ia capai, pengembangan diri yang ia lalui, hingga hubungan bersama orang lain disekitarnya. Misalnya saja seperti apa dirinya menurut teman-teman dan orang disekitarnya.
            Di masa remaja, anak-anak sedang senang bereksperimen, dan orangtua hanyalah mengarahkan bukan menentukan anak. Bantu anak mengenali diri dan berikan pemahaman bahwa setiap orang memiliki kualitas positif dalam dirinya yang tinggal menunggu untuk ditemukan akan dikembangkan.
            Remaja bukanlah “macan sirkus” yang harus digurui, disalahkan lantas dicambuk. Bukan pula rerumput yang hanya  dibiarkan menjalar begitu saja tanpa guna. Mereka ingin dirangkul, dibimbing dan diperhatikan dengan segenap intuisi  dan intelektualisasi. Dengan demikian proses pencarian jati diri remaja akan terarah, sehingga besar peluang tercipta karakter remaja yang tidak hanya mengandalakan pola pikir tetapi juga berakhlakul karimah.
            Jati diri remaja adalah hal penting untuk dibangun, karena remaja memerlukan pemahaman tentang sosok dirinya yang dilahirkan dan dibesarkan sebagai generasi penerus bangsa. Dan rasa percaya diri itu faktor penting untuk membangun masa depan yang gemilang.
            Membentuk dan membangun jati diri merupakan hal yang sangat sulit dan penuh resiko.Untuk itu peran orang tua sangat diperlukan untuk pembentukan jati diri remaja yang baik. Pemahaman yang diberikan orangtua di masa pengembangan diri ini, kelak akan membantu anak mengenali dirinya, beradaptasi dengan lingkungan serta menghadapi tantangan kehidupan berupa tantangan karier dan lain sebagainya. Selain itu, orangtua harus berperan sebagai pendukung (supporter) dan pemberi motivasi (motivator).



DAFTAR PUSTAKA
Mohammad Ali Shomadi.Mengenal Diri. Jakarta: PT. Lentera Basritama, 2000



Bisnis Plan Ternak Sapi



TUGAS MANDIRI
BISNIS PLAN
PENGEMUKAN SAPI
“PUTRA GEMBALA “















BAB I
Deskripsi Usaha
Nama Usaha                : Putra Gembala
Alamat                        : DK. Gambiran RT 07/03 Desa Peganjaran Bae Kudus
Nama Pimpinan           : M.Syukron Hamdani
No Hp                                     : 085777610527
            Usaha yang akan di dirikan ini adalah usaha pengemukan sapi, usaha ini berbentuk kelompok, dan modal yang di gunakan adalah modal bersama.
Alasan pemilihan untuk usaha peternakan sapi :
.
-          Pemenuhan kebutuhan daging sapi yang belum maksimal
            Saat ini pemenuhan akan kebutuhan daging sapi di Indonesia masih sangat kurang. Hal ini disebabkan karena sapi-sapi yang terdapat di Indonesia belum mampu untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dapat dilihat dari kondisi sapi lokal di Indonesia yang memiliki kondisi fisik yang lebih kecil dibandingkan sapi-sapi yang terdapat di negara lain, seperti sapi Limosin. Kondisi seperti ini sangat mengkhawatirkan karena daging sapi merupakan salah satu jenis makanan yang digemari oleh masyarakat. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menangani hal tersebut,seperti melakukan impor sapi jenis Limosin, Brahman dan Simentil. Akan tetapi usaha tersebut belum memenuhi kebutuhan daging sapi di Indonesia.
-          Ketergantungan akan daging sapi impor
Salah satu usaha yang selalu dilakukan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan daging sapi adalah dengan mengimpor sapi yang memiliki kondisi fisik lebih besar dibandingkan sapi lokal sehingga kebutuhan daging sapi di Indonesia dapat terpenuhi. Menurut kami usaha yang telah dilakukan pemerintah sudah baik, namun belum bisa maksimal. Ketika kondisi seperti ini terjadi, maka kebutuhan daging sapi di Indonesia yang tinggi tidak dapat terpenuhi dengan baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengembangbiakan sapi-sapi jenis impor itu didalam negeri. Akan tetapi untuk mengembangbiakannya sendiri iklim Indonesia tidak mendukung, serta untuk mengembangkan sapi-sapi yang dapat menghasilkan daging banyak diperlukan berbagai cara, seperti dengan memperhatikan pakan yang diberikan supaya dapat mempercepat proses penggemukan sapi impor itu sendiri.
-          Persaingan yang masih sedikit
Usaha budidaya sapi saat ini sudah berkembang di seluruh kota Indonesia, namun banyak di antara mereka masih menggunakan budidaya tradisional, sedangkan untuk mengembangbiakan sapi dengan cara modern yang tergolong sedikit. Maka dari itu kelompok kami melihat peluang yang besar dalam usaha ternak ini. Dengan mengusung prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) kami ingin menjadi salah satu pendorong budidaya dengan cara modern dan menjadi motivasi atas munculnya pengusaha-pengusaha lain.
            Sapi ternak yang kami jual adalah peranakan sapi impor yaitu sapi Brahman, Limosin dan Simental yang dikelola dengan cara modern. Peternakan Putra Gembala  menggunakan kelaykan teknik K-3 ( Kuantitas, Kualitas, Kesehatan), perkandangan dan pakan. Kualitas sapi di peternakan ini memiliki kualitas daging yang baik karena pakan yang diberikan merupakan pakan dalam bentuk kering, vitamin tambahan dari produk NASA, jerami yang telah di fermentasi serta konsentrat yang telah teruji dan singkong sebagai tambahan karbohidrat untuk ternak sapi sehingga daging yang dihasilkan mengandung sedikit lemak. Kesehatan di perternakan sapi ini tergaja dikarenakan dari segi kandang memiliki ukuran 2.5m x 1.5m. Tipe ini dapat membantu membersihkan kandang secara keseluruhan dan memacu pertumbuhannya lebih besar, sehingga produksi daging tidak hilang karena sapi banyak gerak.

BAB II
Analisis Lingkungan Bisnis
v  Lingkungan Ekonomi
            Pada saat ini kebutuhan daging di pasaran Indonesia masih besar sekali peluangnya karena masyarakat membutuhkan daging, namun persediaan daging belum mencukupi. Peternak sapi saat ini masih memakai sistem peternakan tradisional yang menggunakan pakan 100% rumput yang berakibat perkembangan berat sapi sangat lambat. Dengan peluang pasar yang besar kami beralasan membuat peternakan dengan sistem modern yang membuat pertumbuhan berat daging sapi cepat dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan daging masyarat.
v  Lingkungan Industri
            Usaha yang mengembangbiakan sapi dengan sistem modern masih tergolong sedikit pesaingnya. Meskipun demikian kami berusaha membuat usaha peternakan kami memiliki kelebihan yang belum tentu dimiliki oleh peternakan lain seperti dalam aspek pangan, kandang dan pengelolaan limbah kotoran sapi. 
v  Lingkungan Global
Melihat kebutuhan daging sapi dalam negeri yang masih defisit dan kebutuhan pasar dalam negeri dan luar negeri yang terus meningkat maka ini menjadi peluang bagi kami untuk lebih mengembangkan bisnis ternak ini.
BAB III
Analisis Pasar
a.      Segmentasi Pasar
 Potensi usaha ternak sapi cukup menyebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Pasar yang paling potensial untuk daging sapi adalah kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya dan lain lain. Namun demikian jumlah produksi tersebut masih belum memenuhi permintaan untuk pasar lokal sekalipun. Sehingga dalam rencana usaha ternak penggemukan sapi potong ini ditargetkan untuk mengisi kebutuhan pasar sapi bakalan di daerah kudus dan sekitarnya dan sapi siap potong untuk rumah potong hewan di kudus dan di kota – kota besar yang potensial.

b.      Target Pasar
Peluang peningkatan bisnis ternak sapi untuk pasar domestik sangat terbuka luas. Ternak sapi secara periodik memiliki permintaan yang tinggi yaitu menjelang Hari Raya Kurban. Selain itu ternak sapi juga dapat dikembangkan untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi daging harian.
Target pemasaran sapi bakalan penggemukan adalah pasar ternak yang ada di daerah kudus dan sekitarnya dan perusahaan feedlot sapi potong berskala besar yang akan kami ajak untuk bekerja sama.
Untuk sapi siap potong, targetnya adalah beberapa rumah potong hewan yang ada di sekitar kudus dan di kota – kota besar yang potensial.

c.       Posisi produk
            Peternakan Putra Gembala menggunakan kelaykan teknik K-3 ( Kuantitas, Kualitas, Kesehatan), perkandangan dan pakan. Dengan menggunakan teknik tersebut peternakan sapi dapat menghasilkan sapi yang relatif kebal terhadap penyakit dan daging yang di hasilkan lebih berkualitas, sehingga sapi dari peternakan kami berani bersaing dengan sapi dari peternakan lain dan harga yang kami tawarkan juga relative sama dengan peternakan yang lain.
d.      Price
            Harga yang ditawarkan untuk penjualan sapi ini yaitu 40.000/kg dengan kondisi sapi yang masih hidup.
e.       Promotion
            Dalam melakukan kegiatan promosi, ada beberapa cara dan strategi yang dilakukan untuk mempromosikan dan memasarkan agar dapat dikenal oleh konsumen melalui beberapa cara :
1.      Social Networking
            Berkembangnya jaringan internet saat ini memberi kemudahan untuk mempromosikan produk kami. Kami memanfaatkan Social Networking seperti blog, twitter dan facebook. Disini kami mempunyai admin-admin yang siap menjawab pertanyaan-pertanyaan dari calon pembeli.
2.      Dari mulut ke mulut
            Dengan banyak bersosialisasi dengan orang – orang semisal ketika di pasar hewan atau ketika ngopi dan ngobrol.
3.      Iklan (pamflet, banner dan spanduk)
f.       Distribusi
            Penjualan pertanakan Putra Gembala dilaksanakan dengan pelanggan memesan dan datang ke peternakan sapi ini. Pelangan peternakan sapi biasanya dari perusahaan sapi potong dan pelanggan langsung. Promosi yang digunakan peternakan Putra Gembala dengan mempunyai blog, twitter, facebook, iklan, dan penyebaran pamflet tersebar ditempat strategis. Sehinggan pelanggan mendapatkan informasi peternakan Putra Gembala dengan mudah.

BAB IV
Rencana Strategi
            Metode pemasaran yang di gunakan peternakan Putra Gembala adalah dengan melalui media social, dari mulut ke mulut dan memasang pamphlet – pamphlet di tempat yang strategis. Selain itu peternakan ini mengunakan teknik ternak 3 K ( kuantitas, kualitas, kesehatan ) sehingga sapi – sapi bakalan dan daging sapi yang di hasilkan akan sangat berkualitas tinggi dan para pelangan juga akan merasa puas.
      Target pemasaran sapi bakalan penggemukan adalah pasar ternak yang ada di daerah kudus dan sekitarnya dan perusahaan feedlot sapi potong berskala besar yang akan kami ajak untuk bekerja sama. Untuk sapi siap potong, targetnya adalah beberapa rumah potong hewan yang ada di sekitar kudus dan di kota – kota besar yang potensial.
            Penjualan sapi ini dilakukan 3 bulan sekali atau kira – kira satu tahun bisa panen sampai 4 kali penjualan.
BAB V
Rencana Produksi
A.    Peralatan dan Perlengkapan
No
Nama barang
Kuantitas
1
Ember
4 buah
2
Cangkul
2 buah
3
Gerobak
2 buah
4
Tali tambang
100 meter
5
Timbangan sapi
1 buah
6
Mesin pemotong singkong
1 buah
7
Kandang
20 tempat

B.     Pakan Ternak
Proses produksi pakan untuk sapi dalam bulan
No
Nama barang
Kuantitas
1
Singkong
120 kg
2
Kulit kacang
120 kg
3
POC NASA(500cc)
1 botol
4
Ampas tahu
30 botol
5
Jerami fermentasi
¼ truck
6
Konsentrat Sapi
90 kg

BAB VI
Rencana SDM
A.    Struktur Organisasi
adapun usaha ini adalah usaha bersama dan modal yang di gunakan adalah modal bersama maka struktur organisasinya yaitu sebagai berikut :
1.      Syukron hamdani        : ketua usaha Putra Gembala
2.      Anton suharjo                         : bendahara
3.      Ahmad toyyib                         : penanggung jawab kandang


B.     Proses SDM
Pekerja yang kami butuhkan nantinya berjumlah 2 orang dan nantinya akan di tempatkan di kandang, untuk memelihara sapi – sapi kami, persyaratan yang di butuhkan tidak terlalu rumit hanya harus bekerja keras dan mampu bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Untuk masalah gaji kami memberikan upah sebesar rp.600.000 per/bulan.










BAB VII
Rencana Pengeluaran

  A.    Sumber Dana
Usaha yang akan di dirikan ini merupakan usaha yang bersifat kelompok, sehingga modal yang didapatkan berasal dari modal bersama.
Sumber modal
Jumlah
1.      syukron hamdani
2.      noor mazid
3.      abdur rokhim
4.      m. saiq
5.      ahmad toyyib
6.      anton suharjo
7.     darul ismawan
8.      kasturi
9.      sukarwi winoto
Rp 30.000.000,-
Rp  30.000.000,-
Rp  30.000.000,-
Rp  30.000.000,-
Rp  30.000.000.-
Rp  30.000.000.-
Rp  30.000.000.-
Rp  30.000.000.-
Rp  30.000.000.-
TOTAL
Rp 270.000.000,-


Pembelian Sapi
Nama Barang
Jumlah
Berat (kg)
Harga per kg
Harga per Ekor
Jumalah Harga
Sapi
20
200 kg
Rp 40.000,-
Rp 8.000.000,-
Rp 160.000.000,-
TOTAL
Rp 160.000.000,-
Pembuatan kandang
No
Nama Barang
Jumlah Barang
Harga Satuan
Jumlah Harga
1
Kandang
20 tempat
Rp 5.000.000,-
Rp 100.000.000,-
TOTAL   
Rp 100.000.000,-




Biaya Tetap
No
Nama Barang
Jumlah Barang
Harga Satuan
Jumlah Harga
1
Ember
4 buah
Rp  5.000,-
Rp 20.000,-
2
Cangkul
2 buah
Rp 40.000,-
Rp 80.000,-
3.
Gerobak
2 buah
Rp 70.000,-
Rp 140.000,-
4
Tali tambang
10 meter
Rp 10.000,-
Rp 100.000,-
5
Timbangan Sapi
1 Buah
Rp 500.000,-
Rp 500.000,-
6
Mesin potong singkong
1 buah
Rp 1.500.000,-
Rp 1.500.000,-
7
Gaji karyawan/bln
2 orang
Rp 600.000,-
Rp 1.200.000,-
TOTAL
Rp 3.540.000,-


Biaya Produksi
         Biaya produksi yang di keluarkan dalam 1 bulan untuk 1 Ekor sapi
No
Nama Barang
Jumlah Barang
Harga Satuan
Jumlah Harga
1
Singkong
120 kg
Rp       700,-/ 1 kg
Rp 84.000,-
2
Kulit kacang
120 kg
Rp       500,- / 1 kg
Rp 60.000,-
3
POC NASA
1 Botol
Rp   31.000,- / 500 cc
Rp  31.000,-
4
Ampas Tahu
30 kg
Rp   10.000,- / 1 kg
Rp 30.000,-
5
Jerami fermentasi
1/4 Truck
Rp 500.000,- / 1 truck
Rp 125.000,-
6
Kosentrat sapi
90 kg
Rp     3.000,- / 1 kg
Rp 270.000,-
TOTAL
Rp 600.000,-



BIAYA TOTAL
Biaya total       =  biaya pembelian sapi + biaya kandang sapi + biaya tetap + biaya produksi 
                        = Rp 160.000.000,- + 100.000.000,- + Rp 3.540.000,- + 600.000,-
                        = Rp 264.440.000,-

HPP ( harga pokok pembelian )           = Pembelian sapi
                                                = Rp 160.000.000,-
   Analisis BEP
Kenaikan berat badan sapi dalam satu hari rata-rata naik 1 kg per ekor sapi, sehingga kenaikan dalam sebulan adalah 30 kg. Dalam usaha ini memiliki 20 ekor sapi. Dengan harga Rp 40.000,- / kg , dalam 1 ekor sapi memperolah 30 kg x Rp 40.000,- = Rp 1.200.000,- . Sehingga harga jual per 1 ekor sapi adalah Rp 8.000.000,- + Rp 1.200.000 = Rp 9.200.000
BEP ( break even point)
            BEP dalam Rupiah     = Biaya tetap / ( Kontribusi Margin per ekor : harga per
                                              ekor)
                                                = 16.540.000,- / ( Rp 600.000,- : Rp 9.200.000,- )
                                                = Rp 253.680.000,-

            BEP dalam unit           = Biaya Tetap / ( harga per ekor – biaya variable per
                                                  ekor )                                                            
= 16.540.000 / ( Rp 1.200.000,-  –  Rp 600.000,-) = 28 Ekor

            Jadi, BEP tercapai ketika Penjualan Mencapai 28 ekor atau penjualan mencapai nilai Rp 253.680.000,- . Titik BEP ini bisa bergeser karena terjadi :
1.      Perubahan harga jual per unit
2.      Perubahan biaya variable
3.      Perubahan biaya tetap
4.      Perubahan komposisi sales mix

Perhitungan Hasil Usaha
Penjualan sapi di peternakan ini di lakukan 3 bulan sekali jadi
·         Kenaikan daging perbulan rata – rata 30 kg, harga daging 40 ribu/kg/ hidup, jadi perbulan = Rp. 1.200.00 x 20 ekor sapi x 3 bln = Rp.288.000.000











Putra Gembala
Neraca Saldo
Per 31 Desember 2013

No
Akun
Debet
Kredit
1
Kas
170.920.000

2
Perlengkapan
100.000.000

3
Peralatan
3.540.000

4
Biaya produksi
120.000.000

5
Biaya beli sapi
160.000.000

6
Biaya tetap
 3.540.000

7
Modal

270.000.000
8
Pendapatan

288.000.000






558.000.000
558.000.000


Putra Gembala
Laporan Laba Rugi
Per 31 Desember 2013

Pendapatan                                                     Rp. 288.000.000
B. Produksi                 Rp.  120.000.000 
B. Beli Sapi                 Rp.  160.000.000
B. Tetap                      Rp.       3.540.000       +
            Total                Rp.  283.540.000
Laba Bersih                                                     Rp.  4.460.000

Putra Gembala
Laporan Perubagan Modal
Per 31 Desember 2013

Modal awal 1 Jan 2013           Rp. 270.000.000
Laba Bersih                             Rp.   4.460.000 +
Modal akhir 31 Des                Rp. 274.460.000



Putra Gembala
Neraca
Per 31 Desember 2013
 

Aktiva                                                 Passiva




Kas  Rp. 170.920.000                                                             modal akhir Rp.274.460.000
 Peralatan Rp.3.540.000
Perlenkapan  Rp.100.000.000 +                                                         
Rp.274.460.000                                                          Rp.274.460.000

Komentar