Wednesday, 2 March 2016

makalah filsafat tentang ontologi



ONTOLOGI


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
            Di dalam mempelajari ilmu filsafat tentu kita harus mengetahui sudut yang paling kecil dari ilmu tersebut. Ontologi merupakan salah satu bagian dari ilmu filsafat yang paling umum, kerap juga di sebut metafisika umum.baru setelah menjelajahi segala bidang utama dalam ilmu filsafat, seperti filsafat manusia, filsafat alam dunia, pengetahuan, ketuhanan, moral dan social, dapat di susun suatu uraian ontologi. Maka ontologi sulit di fahami lepas dari bagian – bagian dan bidang – bidang filsafat lainnya, dan adalah bidang filsafat yang paling sukar.

B.     Rumusan Masalah
1.apa pengertian dan hakikat  ontologi ?
2. apa objek material dan  formal ontologi ?
3. ontologi sebagai cabang filsafat tersendiri ?
4. apa saja aliran – aliran dalam ontologi ?


C.    Tujuan Penulisan Makalah
1. Untuk mengetahui maksud dari ontologi
2. Untuk mengetahui objek dari ontology
3. Untuk  mengetahui aliran – aliran ontology






BAB II
PEMBAHASAN



A.    DEFINISI ONTOLOGI
            Ontologi merupakan salah satu kajian dari filsafat yang paling kuno dan berasal dari yunani. Ontologi sendiri membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkrit.tokoh yunani yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis terkenal seperti aristoteles. Aristoteles sendiri berpusat pada to on hei on yang artinya pengada sekadar pengada ( a being as being ) kata yunani on merupakan bentuk netral dari o on, dengan bentuk genetifnya ontos. Kata itu adalah bentuk partisipatif dari kata kerja einai (ada atau mengada ),jadi berarti :yang ada atau pengada.ontologi juga di sebut sebagai teori hakikat atau tentang keadaan  (realitas )
            Jadi kesimpulannya secara sederhana ontologi bisa di artikan sebagai ilmu yang mempelajari hakikat,realitas atau  kennyataan konkrit secara kritis.

B.     Objek Material Dan Objek Formal 0ntologi

1. Objek material

            Menurut hal- hal yang di selidiki, di kembangkan ilmu pengetahuan mengenai manusia, binatang, tumbuhan, atom dan sebagainya, mereka di bedakan menurut objek material atupun menurut keluasannya, yaitu menurut aspek ekstensif. Maka layaklah bahwa objek material itu bisa di sebut sebagai pengetahuan yang begitu umum yang serentak meliputi dan membicarakan segala galanya yang ada. ilmu pengetahuan sedemikian itu akan bersifat paling ekstensif dan akan merangkum segala objek ( material ) pennyelidikan ilmiah mana saja.
            Jadi semua yang meliputi tentang hakikat keberadaan sesuatu yang umum di sebut sebagai objek material ontologi.

2. Objek formal
            Menurut aspek – aspek yang di selidiki ,objek – objek material dapat di khususkan , missal manusia dapat di pandang secara fisik , psikis , dan sebagainaya. Mereka di bedakan menurut objek formal ataupun menurut kepadatannya yaitu menurut aspek intensitas. Maka layaklah bahwa objek formal adalah ilmu pengetahuan yang pembahasannya begitu padat dan mendalam.
            Jadi semua yang meliputi tentang hakikat,keberadaan sesuatu yang mendalam atau khusus di sebut sebagai objek formal ontologi.

C.    Ontologi Sebagai Cabang Filsafat Tersendiri

            Ontologi sebagai bagian filsafat yang terkenal sekarang tidak sekali tidak langsung menjadi filsafat tersendiri. Baru pelan – pelan berkembang lebih lengkap , mendapat otonomi sebagai bagian dan di bedakan dari soal ketuhanan.

1. Dari bagian integral sampai ke onto teologi
            Aristoteles menyebutkan bahwa ontologi dan teologi adalah filsafat pertama . namun pada pernyataan aristoteles tersebut uraian pendekatan yang baru itu masih kurang lengkap. Pada waktu abad pertengahan tidak di susun suatu metafisika sistematis tersendiri” semua unsure filosofis hanya di kemukakan dalam hubungan dengan teologi kristiani bahkan juga komentar – komentar mengenai karya aristoteles tidak terlepas dari nasib yang demikian. Baru pada abad ke 13 mulai ada pengarang yang berusaha menyusun system metafisika tersendiri, yang terlepas dari teologi kristiani mereka juga berusaha membetulkan sistematika aristoteles yang kurang . dan pada akhirnya tahun 1597 frnsisco suares dalam bukunya disputationsmethaphysikae berhasil menyusun traktak sistematis dengan urutan sendiri.
2. Lepas dari teologi kristiani
            Untuk pertama kalinya francis bacon menempatkan bahan ontologi di muka semua ilmu pengetahuan lainnya. Pada tahun 1681 du hamel memberikan nama khusus bagi bagian - bagian pertama metafisika, yaitu ontological, namun tanpa memisahkannya dari teologi. Akhirnya pada abad 18 cristian wolff membedakan antara antropologi, kosmologi dan teologi.

3. Hubungan dengan teologi filosofis
            Pembagian wolff (di atas ) berlangsung hamper sampai pada zaman sekarang, namun masih banyak orang yang berpendapat bahwa ontology dan teologi filosofis tidak dapat di pisahkan, karena merupakan satu metafisika umum.

D.    Aliran – aliran dalam ontologi
a). Aliran Monoisme
            Aliran ini berpendapat bahwa yang ada itu hanya satu, tidak mungkin dua. Haruslah satu hakikat saja sebagai sumber yang asal, baik yang asal berupa materi ataupun berupa rohani. Tidak mungkin ada hakikat masing-masing bebas dan berdiri sendiri. Haruslah salah satunya merupakan sumber yang pokok dan dominan menentukan perkembangan yang lainnya. Plato adalah tokoh filsuf yang bisa dikelompokkan dalam aliran ini, karena ia menyatakan bahwa alam ide merupakan kenyataan yang sebenarnya. Istilah monisme oleh Thomas Davidson disebut dengan Block Universe. Paham ini kemudian terbagi ke dalam dua aliran .
1). Materialisme
Aliran ini menganggap bahwa sumber yang asal itu adalah materi, bukan ruhani. Aliran ini sering juga disebut dengan naturalisme. Menurutnya bahwa zat mati merupakan kenyataan dan satu-satunya fakta. Aliran pemikiran ini  dipelopori oleh bapak filsafat yaitu Thales (624-546 SM). Ia berpendapat bahwa unsur asal adalah air, karena pentingnya bagi kehidupan. Anaximander (585-528 SM) berpendapat bahwa unsur asal itu adalah udara, dengan alasan bahwa udara merupakan sumber dari segala kehidupan. Demokritos (460-370 SM) berpendapat bahwa hakikat alam ini merupakan atom-atom yang banyak jumlahnya, tak dapat dihitung dan amat halus. Atom-atom itulah yang merupakan asal kejadian alam.
2).  Idealisme
Idealisme diambil dari kata “idea” yaitu sesuatu yang hadir dalam jiwa.  Aliran ini menganggap bahwa dibalik realitas fisik pasti ada sesuatu yang tidak tampak. Bagi aliran ini, sejatinya sesuatu justru terletak dibalik yang fisik. Ia berada dalam ide-ide, yang fisik bagi aliran ini dianggap hanya merupakan bayang-bayang, sifatnya sementara, dan selalu menipu. Eksistensi benda fisik akan rusak dan tidak akan pernah membawa orang pada kebenaran sejati. Dalam perkembangannya, aliran ini ditemui dalam ajaran Plato (428-348 SM) dengan teori idenya. Menurutnya, tiap-tiap yang ada di dalam mesti ada idenya yaitu konsep universal dari tiap sesuatu. Alam nyata yang menempati ruangan ini hanyalah berupa bayangan saja dari alam ide itu. Jadi, idelah yang menjadi hakikat sesuatu, menjadi dasar wujud sesuatu.

b). Aliran Dualisme

Aliran ini berpendapat bahwa benda terdiri dari dua macam hakikat sebagai asal sumbernya, yaitu hakikat materi dan hakikat rohani, benda dan roh, jasad dan spirit. Kedua macam hakikat itu masing-masing bebas dan berdiri sendiri, sama-sama azali dan abadi. Hubungan keduanya menciptakan kehidupan dalam alam ini. Tokoh paham ini adalah Descartes (1596-1650 M) yang dianggap sebagai bapak filsafat modern. Ia menamakan kedua hakikat itu dengan istilah dunia kesadaran (rohani) dan dunia ruang (kebendaan). Ini tercantum dalam bukunya Discours de la Methode (1637) dan Meditations de Prima Philosophia (1641). Dalam bukunya ini pula, Ia menerangkan metodenya yang terkenal dengan Cogito Descartes (metode keraguan Descartes/Cartesian Doubt). Disamping Descartes, ada juga Benedictus de Spinoza (1632-1677 M), dan Gitifried Wilhelm von Leibniz (1646-1716 M).

c). Aliran Pluralisme
Aliran ini berpandangan bahwa segenap macam bentuk merupakan kenyataan. Pluralisme bertolak dari keseluruhan dan mengakui bahwa segenap macam bentuk itu semuanya nyata. Pluralisme dalam Dictionary of Philosophy and Religion dikatakan sebagai paham yang menyatakan bahwa kenyataan alam ini tersusun dari banyak unsur, lebih dari satu atau dua entitas. Tokoh aliran ini pada masa Yunani Kuno adalah Anaxagoras dan Empedocles, yang menyatakan bahwa substansi yang ada itu terbentuk dan terdiri dari empat unsur, yaitu tanah, air, api, dan udara. Tokoh modern aliran ini adalah William James (1842-1910 M), yang mengemukakan bahwa tiada kebenaran yang mutlak, yang berlaku umum, yang bersifat tetap, yang berdiri sendiri, dan lepas dari akal yang mengenal.

d). Aliran Nihilisme
Nihilisme berasal dari bahasa Latin yang berarti nothing atau tidak ada. Sebuah doktrin yang tidak mengakui validitas alternatif yang positif. Istilah nihilisme diperkenalkan oleh Ivan Turgeniev pada tahun 1862 di Rusia. Doktrin tentang nihilisme sebenarnya sudah ada semenjak zaman Yunani Kuno, yaitu pada pandangan Gorgias (485-360 SM) yang memberikan tiga proposisi tentang realitas. Pertama, tidak ada sesuatupun yang eksis. Kedua, bila sesuatu itu ada, ia tidak dapat diketahui. Ketiga, sekalipun realitas itu dapat kita ketahui, ia tidak akan dapat kita beritahukan kepada orang lain. Tokoh lain aliran ini adalah Friedrich Nietzche (1844-1900 M). Dalam pandangannya dunia terbuka untuk kebebasan dan kreativitas manusia. Mata manusia tidak lagi diarahkan pada suatu dunia di belakang atau di atas dunia di mana ia hidup.



e). Aliran Agnostisisme
Paham ini mengingkari kesanggupan manusia untuk mengetahui hakikat benda. Baik hakikat materi maupun hakikat ruhani. Kata agnostisisme berasal dari bahasa Grik Agnostos, yang berarti unknown. A artinya not, gno artinya know. Timbulnya aliran ini dikarenakan belum dapatnya orang mengenal dan mampu menerangkan secara konkret akan adanya kenyataan yang berdiri sendiri dan dapat kita kenal. Aliran ini dapat kita temui dalam filsafat eksistensi dengan tokoh-tokohnya seperti, Soren Kierkegaar (1813-1855 M) yang terkenal dengan julukan sebagai Bapak Filsafat Eksistensialisme, yang menyatakan bahwa manusia tidak pernah hidup sebagai suatu aku umum, tetapi sebagai aku individual yang sama sekali unik dan tidak dapat dijabarkan ke dalam sesuatu orang lain. Berbeda dengan pendapat Martin Heidegger (1889-1976 M), yang mengatakan bahwa satu-satunya yang ada itu ialah manusia, karena hanya manusialah yang dapat memahami dirinya sendiri. Tokoh lainnya adalah, Jean Paul Sartre (1905-1980 M), yang mengatakan bahwa manusia selalu menyangkal. Hakikat beradanya manusia bukan entre (ada), melainkan aentre (akan atau sedang).Jadi, agnostisisme adalah paham pengingkaran/penyangkalan terhadap kemampuan manusia mengetahui hakikat benda, baik materi maupun ruhani.










BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
            Kata ontologi berasal dari bahasa yunani : ontos  : being yang berarti ada atau pengada. Secara istilah ontologi adalah ilmu yang mempelajari hakikat,realitas atau  kennyataan konkrit secara kritis. Objek material ontologi yaitu semua yang meliputi tentang hakikat keberadaan sesuatu yang umum. Sedangkan objek formal ontology yaitu semua yang meliputi hakikat keberadaan yang khusus. Ada lima aliran di dalam ontology yaitu moisme, dualisme, pluralisme, nihilism dan agnostisisme.


DAFTAR PUSTAKA
Bakhtiar A. 2007. Filsafat Ilmu. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada
Anton Bakker. 1992 . Ontologi atau Metafisika Umum . Yogyakarta. Kanisius
Prof. Dr. Ahmad Tafsir. 2000 .Filsafat Umum. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya  

makalah PUASA RAMADHAN DAN PUASA SUNNAH LAINNYA DALAM TINJAUAN NORMATIF DAN FILOSOFIS


PUASA RAMADHAN DAN PUASA SUNNAH LAINNYA DALAM TINJAUAN NORMATIF DAN FILOSOFIS

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

            Puasa ramadhan adalah rukun yang ketiga dalam rukun islam, yang diwajibkan bagi umat muslim untuk melakukannya pada bulan Ramadlan.Selain puasa ramadhan yang wajib bagi umat islam ada pula puasa yang hukumnya sunnah,yang apabila di kerjakan akan mendapat pahala dan apabila di tinggalkan tidak berdosa. Bagi umat muslim yang taat setidaknya ia telah mengetahui bahwa puasa termasuk dalam pembahasan Ilmu Fiqh. Mengenai rukun puasa sampai pada hal-hal yang dapat membatalkan puasa, semuanya telah terangkum dalam fiqh secara normatif. Namun, fiqh bukan hanya bersifat normatif saja, ada juga fiqh yang bersifat filosofis. Yang dinamakan fiqh secara filosofis ialah segi aspek fiqh yang terkandung serta tersirat akan makna dan hikmah terhadap suatu amal ibadah.
             Fiqh secara normatif mungkin diantara kita sudah ada yang mengerti, dengan bukti kita yang sudah mengalami aqil baligh telah melakukan ibadah puasa di bulan Ramadlan. Artinya kita telah mengetahui rukun puasa sampai adab berpuasa, dan itu hanyalah fiqh yang bersifat normatif saja. Tetapi fiqh secara filosofis dapat menerangkan serta mengungkapkan apa dan bagaimana puasa itu berpengaruh pada nilai kesehatan fisik dan psikis (jiwa) serta nilai sosial bagi orang-orang yang menjalankannya.
            Oleh sebab itu, yang akan dibahas pada makalah ini ialah mengenai Ibadah Puasa dalam fiqh secara normatif dan filosofis. Dan kami selaku penyusun kiranya dapat menarik beberapa rumusan masalah yang tertulis pada subbab selanjutnya.

B. RumusanMasalah
     Puasa di tinjau dari segi normatif  ?
     Puasa di tinjau dari segi filosofis ?

C. Tujuan

            Dengan di susunnya makalah ini,penyusun berharap semoga pembaca dapat lebih memahami puasa dari segi normative dan filosofis sehingga pembaca dapat mengetahui manfaat puasa dalam berbagai aspek dan paandangan.             

BAB II
PEMBAHASAN


A. Puasa Menurut Fiqh Dalam Segi Normatif

1. Pengertian Puasa
            Puasa dalam bahasa Arab disebut “ash-shiyam”, yang artinya menurut bahasa “menahan diri dari suatu perbuatan”. Adapun puasa menurut istilah Syar’iyah ialah: “menahan diri dari makan, minum dan bersetubuh dengan wanita (istri) semenjak terbit fajar sampai terbenam matahari, karena mengharapkan (ridlo) Allah dan menyiapkan diri untuk bertaqwa kepada-Nya dengan jalan takut kepada-Nya dan melatih kehendak dari perdayaan nafsu.”

2. Rukun Puasa
Sedangkan rukun puasa ada dua yang masing-masingnya merupakan unsur terpenting dari hakikatnya yaitu:

a.) Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, semenjak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Berdasarkan firman Allah Ta’ala yang artinya “Maka sekarang, bolehlah kamu mencampuri mereka, dan hendaklah kamu mengusahakan apa yang diwajibkan Allah atasmu, dan makan-minumlah hingga nyata garis putih dari garis hitam berupa fajar, kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam!”
Adapun hal-hal yang membatalkan puasa adalah sebagai berikut:

1) Makan                                             5.) Haid
2) Minum                                            6.) Mengeluarkan sperma
3) Melakukan hubungan suami-istri    7.) Nifas
4) Muntah dengan sengaja                  8.) Meniatkan berbuka

b.) Berniat.

Berdasarkan firman Allah Ta’ala: “WA MAA UMIRUU ILLAA LIYA’BUDUULLAHA MUKHLISHIINA LAHUDDIIN.” Artinya: “Dan tiadalah mereka dititah kecuali untuk mengabdikan diri kepada Allah, dengan mengikhlaskan agama kepada-Nya semata.”.
 Dan juga sabda Nabi saw. yang artinya: “Setiap perbuatan itu hanyalah dengan niat, dan setiap manusia akan memperoleh apa yang diniatkannya.”

3. Adab Berpuasa
Sewaktu berpuasa disunatkan bagi orang yang berpuasa menjaga adab dan tata tertib berikut:

a.) Makan sahur
b.) Ta’jil, Menyegarakan berbuka
c.) Berdoa ketika berbuka
d.) Menjauhi hal-hal yang bertentangan dengan puasa
e.) Menggosok gigi
f.) Murah hati dan mempelajari al-qur’an
g.) Giat beribadat pada sepuluh hari terakhir dari ramadlan


B. Puasa Menurut Fiqh Dalam Segi Filosofis

            Ketika puasa dilihat dari fiqh dalam segi filosofis, maka puasa memiliki pengaruh pada kesehatan orang yang melaksanakannya baik kesehatan fisik maupun psikisnya. Selain itu, puasa juga berpengaruh pada aspek sosial serta mengandung unsur pendidikan di dalamnya. Berikut penguraian dari masing-masing bidang, antara lain:

1. Puasa untuk kesehatan

            Nabi Muhammad saw bersabda, “Berpuasalah kamu, niscaya kamu akan sehat.”.Manfaat puasa, setelah diteliti melalui berbagai penelitian ilmiah dan terperinci terhadap organ tubuh manusia serta aktivitas fisiologisnya, peneliti menemukan bahwa puasa, secara jelas adalah sesuatu yang sebaiknya dilakukan oleh tubuh manusia sehingga ia bisa terus melakukan aktivitasnya dengan baik. Dan puasa benar-benar sangat penting dan dibutuhkan bagi kesehatan manusia sebagaimana manusia membutuhkan makan, bernafas, bergerak, dan tidur. Oleh karena itu puasa adalah hal yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia agar tetap sehat. Jika manusia tidak bisa tidur, tidak makan selama rentang waktu yang lama maka ia akan sakit. Demikian pula tubuh manusia pun akan mengalami hal yang jelek jika ia tidak berpuasa.

            Pentingnya puasa bagi tubuh karena puasa bisa membantu badan dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus membuang sel-sel atau hormon atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh. Dan puasa, sebagaimana dituntunkan oleh agama Islam, lamanya adalah rata-rata 14 jam, kemudian baru makan untuk durasi waktu beberapa jam.Ini adalah metode yang bagus untuk sistem pembuangan sel-sel atau hormon yang rusak dan membangun kembali badan dengan sel-sel baru. Dan ini sangat berbeda dengan apa yang difahami kebanyakan orang : “bahwa puasa menyebabkan orang menjadi lemah dan lesu”. Puasa yang baik bagi tubuh manusia itu syaratnya adalah dengan melakukannya selama satu bulan berturut-turut dalam setahun, dan bisa ditambahkan 3 hari setiap bulan.Tom Branch dari Columbia Press mengatakan :“Puasa Adalah Dokter Yang Paling Murah, karena Sesungguhnya puasa, tanpa berlebih-lebihan makan waktu berbuka puasa, adalah “dokter” yang paling murah. Sebab puasa bisa menurunkan berat badan secara signifikan, dengan catatan ketika berbuka puasa memakan makanan dengan menu seimbang dan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman langsung ketika berbuka.


a. Puasa Untuk Mengobati Macam-Macam Penyakit

1) Mencegah Tumor
Puasa juga berfungsi sebagai “dokter bedah” yang menghilangkan sel-sel yang rusak dan lemah di dalam tubuh. Maka, rasa lapar yang dirasakan orang yang sedang berpuasa akan bisa menggerakkan organ-organ internal di dalam tubuh untuk menghancurkan atau memakan sel-sel yang rusak atau lemah tadi untuk menutupi rasa laparnya. Maka hal itu merupakan saat yang bagus bagi badan untuk mengganti sel-selnya dengan sel-sel baru sehingga bisa kembali berfungsi dan beraktivitas. Dengan hal itu juga bisa menghilangkan atau memakan organ-organ yang sakit dan memperbaharuinya. Puasa juga berfungsi menjaga badan dari berbagai penumpukan zat-zat berbahaya, seperti kelebihan kalsium, kelebihan daging, dan lemak. Juga bisa mencegah terjadinya tumor ketika awal-awal pembentukannya.



2) Menjaga Kadar Gula Dalam Darah
            Puasa sangat bagus dalam menurunkan kadar gula dalam darah hingga mencapai kadar seimbang. Berdasarkan hal ini, maka sesungguhnya puasa memberikan kepada kelenjar pankreas kesempatan yang baik untuk istirahat. Maka, pankreas pun mengeluarkan insulin yang menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak dikumpulkan di dalam pankreas. Apabila makanan kelebihan kandungan insulin, maka pankreas akan mengalami tekanan dan melemah. Hal ini akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya. Maka, kadar gula darah pun akan merambat naik dan terus meningkat hingga akhirnya muncul penyakit diabetis.

            Sudah banyak dilakukan usaha pengobatan terhadap penyakit diabetis ini di seluruh dunia dengan mengikuti “sistem puasa” selama lebih dari 10 jam dan kurang dari 20 jam. Setiap kelompok mendapatkan pengaruh sesuai dengan keadaannya. Kemudian, para penderita tersebut mengkonsumsi makanan ringan selama berurutan yang kurang dari 3 minggu. Dan metode semacam ini telah mencapai hasil yang menakjubkan dalam pengobatan diabetis tanpa menggunakan sedikitpun obat-obatan kimiawi.


3) Mengobati Penyakit-Penyakit Kulit
            Sesungguh puasa memberikan manfaat untuk mengobati berbagai penyakit kulit. Hal ini disebabkan karena dengan berpuasa maka kandungan air dalam darah berkurang, maka berkurang pula kandungan air pada kulit. Hal ini pada gilirannya akan berpengaruh pada:

1. Menambah kekuatan kulit dalam melawan mikroba dan penyakit penyakit mikroba dalam perut.
2. Meminimalisir kemungkinan penyakit-penyakit kulit yang menyebar di sekujur badan seperti sakit psoriasis —(sakit kulit kronis).
3. Meminimalisir alergi kulit dan membatasi masalah kulit —-berlemak.


4) Mencegah Penyakit Asam Urat
            Penyakit asam urat (gout) yang sering dijuluki “penyakit orang kaya”, disebabkan karena kelebihan makanan yang banyak mengandung asam urat (hati, otak, jeroan, sarden, remis, angsa, alkohol, makanan yang diawetkan dalam kaleng, kacang-kacangan, emping, kembang kol, bayam, asparagus). Terlalu banyak makan makanan yang banyak mengandung asam urat tersebut akan menyebabkan kelebihan asam urat (uric acid) dan menumpuk di persendian, khususnya pada persendian jari-jari besar di kaki. Juga jika kelebihan makan daging yang mengandung asam urat, tubuh tidak bisa mengurai berbagai protein yang ada dalam daging, akibatnya asam urat akan menumpuk di persendian. Dan ketika persendian terkena penyakit “asam urat” (gout), maka ia akan membengkak dan memerah dan disertai nyeri yang luar biasa.
Terkadang kadar asam urat berlebih dalam darah, kemudian ia mengendap di ginjal dan akhirnya mengkristal di dalam ginjal dan akan menjadi batu ginjal. Dengan mengurangi porsi makan dapat menyembuhkan penyakit ini.




5) Mengurangi Tertimbunnya Kolesterol
            Para profesor yang melakukan penelitian medikal ilmiah (mayoritasnya adalah non-muslim) menegaskan akan manfaatnya puasa, karena puasa bisa mengurangi lemak dalam tubuh dan pada gilirannya akan menyebabkan berkurangnya kolesterol. Kelebihan kolesterol dalam tubuh, bisa menyebabkan penyakit jantung.


6) Menghilangkan Sakit Persendian Tulang
            Sakit persendian biasanya akan timbul setelah berlalunya waktu yang panjang. Dengan bertambahnya usia maka organ-organ tubuh mulai terasa nyeri dan sakit-sakitan pun akan menyertainya, dan kedua tangan dan kaki akan mengalami nyeri yang banyak. Penyakit ini terkadang menimpa manusia pada fase-fase akhir usianya, akan tetapi lebih khusus lagi pada usia antara 30 s/d 50 tahun. Dan masalah yang sesungguhnya, kedokteran modern belum mampu menemukan obat atas penyakit ini sampai sekarang.Akan tetapi percobaan ilmiah yang dilakukan di Rusia menegaskan bahwasanya puasa bisa menyembuhkan penyakit ini. Dan puasa bisa mengembalikan atau membersihkan tubuh dari hal-hal yang membahayakan. Puasa ini dilakukan selama tiga minggu berturut-turut. Pada kondisi puasa ini, badan manusia akan dibersihkan dari mikroba maupun bakteri penyebab penyakit. Percobaan ini dilakukan terhadap sejumlah penderita penyakit tersebut dan ternyata memperoleh hasil yang menakjubkan.


2. Puasa dilihat dari aspek sosial
            Puasa selain sebuah ibadah yang ada pada umat islam kepada Allah atau yang sering kita ketahui yaitu hubungan secara ubudiah, terdapat juga hubungan muamalah atau hubungan terhadap sesama manusia. Secara muamalah jika kita melakukan puasa baik sunnah ataupun puasa bulan ramadhan dapat mengingatkan dan merasakan apa yang dirasakan oleh saudara kita yang kurang mampu. Didikan belas kasihan terhadap fakir miskin karena seseorang yang telah merasa sakit dan pedihnya perut kroncongan. Hal itu akan dapat mengukur kesedihan dan kesusahn orang yang sepanjang masa merasakan ngilunya perut yang kelaparan karena ketiadaan. Dengan demikian akan timbul rasa syukur,perasaan belaskasihan dan suka menolong fakir miskin atau sesama

3. Puasa dilihat dari aspek pendidikan
            Kita telah mengetahui beberapa aspek yang berkaitan dengan masalah puasa, baik dari segi kesehatan, maupun social, disamping itu puasa secara filosofis mempunyai aspek pendidikan yang terdapat didalamnya. Didikan kepercayaan sebagaimana yang sangat menonjol dalam ibadah ini. Seseorang yang telah sanggup menahan makan dan minum dari harta yang halal kepunyaannya sendiri, karena ingat perintah Allah, sudah tentu ia tidak akan meninggalkan segala perintah Allah dan tidak akan berani melanggar segala laranganNya









A.KESIMPULAN
            Berdasarkan makalah yang telah kami susun dapat d simpulkan bahwa  puasa ramadhan hukumnya wajib bagi umat islam,selain puasa ramadhan ada pula puasa-puasa sunnah yang apa bila di kerjakan akan mendapat pahala dan apabila di tinggalkan tidak berdosa.Puasa yaitu men-han  diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenamnya mat-
ahari .Puasa juga dapat mencegah berbagai macam penyakit.Dari segi social puasa dapat menin-
gkatkan  rasa kepedulian terhadap manusia yang kurang mampu,sedangkan dari segi pendidikan
puasa dapat  meningkatkan rasa taqwa kepada Allah SWT.



DAFTAR PUSTAKA
  • Suyitno Harun.Dasar hukum islam. Sinar Pustaka : Yogjakarta.
  • http://makalahkomplit.blogspot.com/2012/11/pengertian-asabah.html
  • Rasjid, Sulaiman. 2009. Fiqih Islam. Sinar Baru: Bandung.
  • Sayyid Sabiq,1978, Fiqih Sunnah, Bandung, al-Ma’arif

Komentar